Kamis, 03 Desember 2009

Pergaulan yang buruk merusak Kebiasaan yang baik

Setelah cukup lama tidak mempost sebuah catatan lagi, saya berpikir untuk menuliskan lagi sesuatu kali ini. Ini terinspirasi dari tidur saya semalam (kamis 19 November 2009) di mana saya bermimpi tentang seorang teman saya yang cukup dekat dengan saya (ya, walaupun saya tidak terlalu percaya dan pada mimpi, karena bagi saya mimpi adalah bunga tidur yang sering kita dapat ketika kita kelelahan namun saya namun saya masih memberi sedikit ruang untuk setidaknya melihat bahwa terkadang mimpi di pakai oleh TUHAN untuk mengingatkan kita, walaupun ini tidak mutlak) seperti kisah Yusuf dll… hehehhe

Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur,(ayub 33:14-15)

Dalam mimpi itu saya melihat seorang teman saya, yang cukup dekat dengan saya sedang bergaul dengan seseorang yang saya tidak tahu siapa, tetapi pergaulannya itu sudah menuju kepada suatu keadaan di mana teman saya ini di bawa untuk menjauh dari TUHAN, dan mimpi ini saya dapat dua kali karena pada mimpi yang pertama saya terbangun kemudian tidur lagi dan masih saja bermimpi hal yang sama…dan ketika pagi terbangun saya teringat akan perkataan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu. (I Korintus 15:33-34)

Manusia dilahirkan sebagai makhluk religius, makhluk yang tahu bahwa ada TUHAN, sehingga tidak ada manusia yang lahir sebagai Atheis. Dan juga manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan sesama untuk membantunya, tidak ada manusia yang dapat hidup sendiri, Tarzan yang dalam ceritanya dibesarkan di hutan saja, masih butuh gorilla untuk membantu dia hidup, bahkan ketika dia bertemu dengan sesama manusia di dalam hutan itu saja, dia masih membutuhkan manusia yang lain untuk membantu dia menjaga kelestarian hutan di mana dia tinggal, ini membuktikan bahwa manusia selalu adalah makhluk yang ingin membangun’ relasi dengan orang-orang di sekitarnya (kita saja punya teman yang banyak di daftar facebook kita kan? Hehehehhe). Baik itu relasi dalam bentuk hubungan keluarga, saudara atau persahabatan, dan kali ini saya mencoba menyoroti relasi persahabatan itu.

Ada sebuah kata-kata yang pernah say a baca ‘jika ingin menjadi seorang penulis, bergaullah dengan seorang penulis, begitu juga jika ingin menjadi seorang penjahat dan buronan bergaullah dengan seorang penjahat dan buronan’, artinya ingin menjadi apa kita kelak dibentuk dan dipengaruhi oleh dan dengan siapa kita bergaul sekarang. Mungkin ada yang berkata ini tidak mutlak, ya dan memang tidak mutlak tapi kebanyakan yang terjadi adalah seperti itu. Dalam ilmu psikologi di kenal dengan yang namanya factor eksternal yang mempengaruhi seseorang dan salah satunya lingkungan (hehehehehe…sok tau gw tentang psikologi)

Back to topic…
Pergaulan, persahaban itu punya pengaruh yang cukup signifikan dalam hidup kita, (Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik) Rasul Paulus mengingatkan itu kepada jemaat di Korintus, sebuah jemaat yang cukup besar dan jemaat yang dikaruniai banyak kasih karunia dari TUHAN, bahwa ‘ada diantara mereka(jemaat) yang tidak mengenal Allah’ sesuatu yang cukup mencengangkan di dalam jemaat (yang notabene menyebut dirinya Kristen) tapi ada yang tidak mengenal Allah. ini jadi pelajaran penting buat kita bahwa dalam persekutuan kita ternyata ada orang yang tidak mengenal Allah (saya berpikir untuk tidak menjelaskan kenapa Paulus menyebut mereka tidak mengenal Allah karena itu sudah termuat sangat jelas dalam keseluruhan suratnya kepada jemaat di korintus).
Ini yang berbahaya, karena terkadang kita tertipu dengan penampilan seseorang, kelihatanya dia baik, care dan ya cukup ganteng, cantik atau rohani, tetapi ini tidak cukup karena yang harus kita cari adalah orang yang mengenal Allah, mengenal bukan hanya sekedar dalam pengetahuan saja tetapi juga dalam persekutuan dengan TUHAN.

INTINYA JIKA KITA INGIN MENCARI SAHABAT, CARILAH SAHABAT YANG DAPAT MEMBAWA KITA MAKIN DEKAT DENGAN TUHAN, MAKIN RINDU MEMPELAJARI FIRMAN TUHAN DAN MAKIN BERTUMBUH DALAM IMAN, KASIH DAN PENGHARAPAN KEPADA TUHAN
(dan semoga gw salah satunya…hehehehehe…becanda
)
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian. Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Lalu bagaimana jika kita sudah terlanjur bersahabat dengan orang yang membawa kita makin jauh dari TUHAN? Paulus bilang dalam suratnya ‘Janganlah kamu sesat…dan juga Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi!, mungkin ada yang bilang masa kita tidak boleh bersahabat dengan orang berdosa untuk memenangkan mereka? Dalam surat ini konteksnya berbeda, dalam bagian ini orang-orang yang percaya sudah terpengaruh pada ajaran-ajaran dari orang yang tidak mengenal Allah sehingga Paulus bilang sadarlah, nah kita bisa saja bersahabat dengan orang-orang tersebut asalkan kita yang mempengaruhi mereka untuk jadi lebih baik dan bukan mereka yang mempengaruhi kita. Tetapi kenyataan yang sering terjadi bagaimana???

Tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ? dan siapa yang membuat kamu untuk terus yakin bahwa TUHAN YESUS tidak pernah meninggalkan mu?

MEREKALAH SAHABATMU

Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar