Kamis, 03 Desember 2009

Ketika Semua Pergi Menjauh dan Meninggalkan Kita

Di dunia ini, selain Yesus belum pernah ada manusia yang mengalami penderitaan seberat yang dialami oleh Ayub, di mana dia kehilangan semua yang begitu berharga hanya dalam selang waktu yang tidak lama, hartanya semua raib dalam hitungan menit, belum selesai dengar berita tentang hartanya yang hilang semua anak-anaknya mati dengan cara yang sangat mengenaskan, dan belum selesai sampai di situ saja tetapi juga dia mengalami suatu penyakit di sekujur tubuhnya (penyakit yang bagi saya, bukan hanya sakit tetapi juga memalukan), dan ternyata penderitaan ini tidak berhenti disitu saja, justru disaat-saat di mana dia (Ayub) membutuhkan dorongan moril dan semangat dari orang-orang yang dia kasihi dan dia sayangi yang ada justru penolakan dan cercaan serta penghakiman yang dia peroleh dari istrinya (orang yang sangat dekat dan paling di harap untuk menolong dia pada waktu seperti ini) bahkan teman-teman yang dari jauh yang datang untuk menghibur dia (yang menurut saya juga sangat di harapkan oleh Ayub untuk mendengarkan keluhan-keluhannya dan persoalannya) justru menghakimi dia...bahkan ketika Ayub berkata bahwa dia telah hidup menurut apa yang TUHAN perintahkan tidak ada yang mempercayainya...

Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" (Ayub 2: 9)

Maka berbicaralah Elifas orang Teman ...............
Camkanlah ini siapa binasa dengan tidak bersalah, dan dimanakah orang jujur dipunahkan?
yang kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga
mereka binasa oleh nafas Allah dan lenyap oleh hembusan hidung-Nya (Ayub 4: 1, 7-9)
.......
dan dapat dilihat dalam keseluruhan pasal 4, 5, 15

Maka berbicaralah Bildad orang Suah.........
masakan Allah membengkokkan keadilan? masakan yang mahakuasa membengkokkan kebenaran?
.....
Ketahuilah Allah tidak menolak orang yang saleh? dan Ia akan memegang tangan orang yang berbuat jahat. (Ayub 8: 1, 3, 20)
....
dan dapat dibaca dalam Ayub psal 8 secara keseluruhan, pasal 18, 25

Maka berbicaralah Zofar orang Naama...
Jika engkau menjauhkan kejahatan dalam tanganmu, dan tidak nenbiarkan kecurangan ada dalam kemahmu
(Ayub 11: 1, 14)
....
dan dapat dibaca dalam keseluruhan pasal 11, 20, 22

bagaimana teman-teman Ayub menyatakan bahwa semua yang Ayub alami adalah akibat dari dosa yang dia perbuat, dan ketidakmengertian dia akan keadilan Allah, bahwa Allah pasti menghukum orang berdosa.

sungguh suatu penderitaan yang tidak terkira, secara fisik dia telah terluka, namun yang sangat menyiksa adalah tekanan batin yang di berikan oleh teman-temannya bahwa semua yang Ayub alami adalah akibat dosa yang telah dia perbuat...

dunia sekan runtuh bagi Ayub, atau dengan kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga lagi, sudah tidak ada yang percaya lagi kepada Ayub, semua pergi dari Ayub. ironis memang, kalau saya sedikit berandai-andai jika Ayub tidak memiliki hati yang tegar mungkin saja dia sudah kena stroke, strees atau bahkan bunuh diri.
semua yang pernah dia bantu ketika dia masih kaya justru tidak ada yang datang menghibur dia, kehidupannya yang dahulu bahagia di kelilingi oleh begitu banyak orang di sekitar dia ketika dia kaya, justru tidak ada satupun yang memunculkan batang hidungnya ketika dia mengalami musibah...!!!

Mengenaskan,,, saya tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan Ayub pada saat itu, dia yang selalu membantu orang lain, menolong orang pada saat susah, menghibur orang yang sedang berdukacita, atau dengan kata lain selalu ada buat orang lain ketika orang lain membutuhkan, namun ketika dia membutuhkan orang lain bahkan sangat-sangat membutuhkan justru mereka semua pergi menjauh bahkan yang datang hanya celaan, hinaan dan penghakiman bahwa dia berdosa dan layak untuk mendapatkan hukuman.

seringkali kita ada dalam posisi Ayub (walau secara kuantitas dan kualitas penderitaan berbeda). kita mengalami suatu penderitaan yang datang bertubi-tubi, mungkin kehilangan saudara, orang tua, sahabat atau orang yang kita kasihi dalam waktu yang bersamaan atau dalam kurun waktu yang dekat, dan juga ketika kita mengharapkan adanya dorongan moril, penghiburan dari orang-orang di sekitar kita tetapi yang terjadi justru mereka menjauhi kita, mencela, menghina, menghakimi dan menertawakan penderitaan kita. mungkin tidak masalah jika yang menghina kita adalah orang yang memang membenci kita, tapi jika adalah orang yang selalu kita tolong dan selalu ada dengan kita adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. sehingga dalam kondisi seperti ini kita bisa berkata "lebih baik memiliki 10 lawan yang berkompeten daripada seorang teman yang bodoh" hehehhe

atau justru seringkali kita berada dalam posisi sebagai teman-teman Ayub yang bisa nya hanya menghakimi, menggurui dan mencela? ini saatnya kita instropeksi diri masing-masing, dan berdoa kepada TUHAN supaya kita diberi kebijaksanaan dalam menanggapi suatu persoalan yang ada,tidak cepat menghakimi.

dan jika kita ada dalam posisinya Ayub marilah kita belajar untuk melihat bahwa di balik setiap peristiwa pasti ada rencananya TUHAN yang indah, karena TUHAN mempunyai rencana yang beda buat masing-masing ciptaannya. dan jangan pernah kita menyesali satu haripun dalam hidup ini, karena hari yang baik adalah untuk kebahagian tetapi hal yang buruk ada untuk menjadi pengalaman dan kiranya juga kita belajar untuk mengampuni dan mendoakan orang-orang yang telah menghina kita seperti Ayub. Ayub 42: 10, milikilah hati yang lapang untuk menampung semua kepahitan dan tetap berdoa kepada TUHAN. jangan pernah menyerah ketika menghadapi suatu permasalahan, karena kalo kita menyerah maka kita akan menjadi sterss dan stroke...wkwkwkkww....peac
e...!!!

semoga ada yang menambahkannya pada komentar-komentarnya supaya semakin jelas apa yang harus kita perbuat ketika semua pergi meninggalkan dan menjauhi kita...!!!
Tuhan memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar