Ketika saya membaca opini Frans Donald yang dimuat di Koran Timor Express pada tanggal 31 Oktober dan 1 November 2008 (tentang Siapa yang akan benar-benar ‘Terkutuk!’ ??? (Menjawab tulisan Anton Bele yang berjudul ‘Anathema Sit!’ (Terkutuklah dia!) yang diterbitkan TIMEX pada 24 September 2008 lalu), saya sedikit merasa lucu. Saya merasa lucu bukan karena pemikiran ini terasa baru dalam dunia teologi atau dalam keimanan kekristenan yang sejati, tetapi justru yang membuat saya merasa lucu adalah karena saudara Frans Donald coba mengangkat di dalam diskusi (atau lebih dapat disebut suatu perdebatan) dan mempercayai suatu kepercayaan yang menurut saya adalah suatu kepercayaan yang tidak masuk akal, absurd serta basi karena kepercayaan terhadap ketidakpercayaan kepada Ketritunggalan dalam Iman Kristen dan mengenai KeAllahaan Kristus adalah suatu kepercayaan yang tidak teruji di dalam sejarah atau dapat dikatakan adalah suatu kepercayaan yang telah hilang ditelan sejarah dan sesuatu yang telah dikalahkan sejarah adalah hal yang tidak dapat dipercayai (ini dapat dilihat dari bukti bahwa sejak kematian dan kebangkitan Yesus hingga saat ini kepercayaan bahwa Yesus adalah Allah dan tentang tritunggal telah membuat begitu banyak orang memiliki pengharapan yang teguh untuk tetap bertahan di tengah penganiayaan bahkan sampai rela mati). Menurut hemat pemikiran saya upaya Frans Donald untuk coba melawan pemahaman kekristenan tentang Allah Tritunggal dan keAllahan Kristus adalah seperti usaha menjaring angin, karena sekali lagi sejarah memperlihatkan kepada kita semakin Yesus dilawan, dan semakin banyak usaha yang dilakukan untuk membuktikan bahwa Yesus bukan Allah baik melalui perdebatan intelektual maupun melalui kekerasan justru semakin membuat Yesus layak dipercaya dan disembah sebagai Allah sejati.
Frans Donald dalam argumentasinya menjawab tulisan Anton Bele menyatakan bahwa dia sebenarnya tidak ingin disebut sebagai orang yang telah menodai inti Iman Kristiani. Sebab, bagi dia penolakannya terhadap doktrin keallahan Yesus dan mengenai Tritunggal (Trinitiarianisme) adalah suatu penolakan yang benar dan alkitabiah karena bagi Frans Donald Alkitab tidak pernah mengajarkan kepada kita tentang doktrin Tritunggal dan tentang keallahan Yesus melainkan Doktrin Tritunggal dan keallahan Yesus adalah hasil dari konsili Nicea, kalsedon yang penuh dengan unsure politik.sehingga menurut Donald orang Kristen telah salah mempercayai atau memiliki keimanan yang salah karena menurut Donald orang Kristen yang mempercayai doktrin tritunggal dan mengenai Yesus yang adalah Allah bukanlah kekristenan yang Alkitabiah.
Implikasi dari pernyatan Donald ini membawa kita kepada suatu khasanah berpikir yang cukup tajam untuk kembali melihat tentang Iman kita, apakah Yesus itu Tuhan?, apakah Alkitab memang mengajarkan tentang doktrin Tritunggal atau justru ketritunggalan adalah hasil dari persetujuan-persetujuan politik penguasa Romawi yang dicampur dengan tradisi pagan seperti yang diutarakan oleh Tuan Frans Donald?
Menanggapi pertanyaan-pertanyaan seperti ini, saya sedikit setuju dengan pendapat Frans Donald (hanya dalam hal ini saja saya setuju dengan Donald) bahwa orang Kristen tidak perlu seperti “kebakaran jenggot” ketika menerima atau mendapati pemikiran yang seperti tulisan Frans Donald karena menurut saya suatu kebenaran yang sejati akan tetap sejati sekalipun berusaha dilawan dengan segala upaya, bahkan sepatutnya kita bersyukur karena Tuhan mengijinkan ada orang seperti Frans Donald supaya kita dapat mengetahui bahwa tidak semua yang mengatakan diri pengikut Yesus Kristus Tuhan adalah benar pengikut Yesus Kristus Tuhan (seperti Frans Donald yang menyatakan pengikut Yesus Kristus namun kenyataannya menyangkali Yesus Kristus) ya, kalau mau diandaikan mungkin kita dapat mengambil suatu contoh dari Alkitab tentang pernyataan Yesus kepada murid-murid-Nya terutama kepada Yudas Iskariot dalam kitab Yohanes 6:70 “jawab Yesus kepada mereka. “Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang diantaramu adalah Iblis”.
Apakah Yesus Tuhan? Pertanyaan yang coba dijelaskan oleh Donald dalam bukunya (Menjawab doktrin Tritunggal) dan dalam argumentasinya menjawab Anton Bele, bahwa Yesus itu bukan Tuhan tetapi dijadikan Tuhan oleh orang Kristen mula-mula (terutama pada abad ke-IV). Donald dengan mengutip pernyataan dari beberapa orang yang dia sebut dengan “para pakar Alkitab dan Teolog” (walau saya tidak menyukai penyebutan Donald bagi mereka karena bertentangan dengan apa yang mereka buat yang tidak menyelediki Alkitab dengan seksama dan tidak berbicara tentang Allah yang benar) seperti Romo Tom Jacobs, SJ, Hortensius Florimond Mandaru SSL, Profesor J.B. Banawiratma, (dosen Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta) bahwa Yesus itu bukan Tuhan.
“Saya keberatan dengan istilah Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Yang benar ya Bapa itu Allah, Yesus itu jalan menuju Allah”; “Rumusan bahwa Yesus 100% Allah 100% manusia, itu tidak tepat”; “Rumusan 100% Allah 100% manusia, ini hasil konsili Kalkedon, bukan kitab suci”; “[di alkitab] Yesus tidak pernah disebut sebagai Allah [sejati]”; “Dulu sebelum tahun 1974, …saya yakin Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia, …tetapi setelah 1974 sampai sekarang, saya tidak lagi berdoa kepada Yesus, tapi saya berdoa kepada Allah, bersama-sama dengan Yesus dengan dorongan Roh Kudus. … Saya lebih kristiani sejak percaya Yesus bukan Allah daripada sebelumnya”. (Romo Tom Jacobs, SJ., Guru Besar Emeritus Tafsir Kitab Suci, sanata Dharma Yogyakarta, pada 28 April 2007, di Seminar ‘Keilahian Yesus’ di Semarang)
“Yesus tidak pernah memperkenalkan dirinya sebagai Allah. Paulus tidak pernah menyebut Yesus Kristus sebagai Allah! Perjanjian Baru berbicara Yesus sebagai Anak Allah dan tidak pernah Allah Anak”. (Pakar Alkitab yang menjabat sebagai Pembina Penerjemah di Departemen Penerjemahan Lembaga Alkitab Indonesia, Hortensius Florimond Mandaru SSL)
“Rumusan konsili Nikea (325) inilah yang yang menjadikan Yesus sebagai Allah Anak. Yesus bukan Allah! Tapi jalan menuju Allah. Daripada bahasa dogma, saya lebih memilih bahasa Alkitab!”. (Profesor J.B. Banawiratma, dosen Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta)
Pandangan yang Donald kutip dari para ahli ini sepertinya mau memperlihatkan bahwa penolakan yang dia buat terhadap keAllahan Yesus dan ketritunggalan adalah suatu pandangan yang umum dan dapat diterima oleh semua orang karena didasarkan kepada penelitaian para ahli Alkitab dan Teologi. Tetapi apakah semua ahli memiliki pandangan demikian? Dalam kenyataannya kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus, karena tidaklah demikian adanya. Sesungguhnya, saya ingin menegaskan bahwa meski cukup banyak pandangan yang sedemikian radikal yg meragukan serta menolak pengajaran Alkitab tentang KeAllahan Yesus dan tritunggal, kita bersyukur karena banyak ahli theologi lainnya yang percaya dan menerima kesaksian Alkitab tentang keallahan Yesus dan mengenai tritunggal. Kita dapat menyebut sederetan nama besar yang sangat ahli dan sedemikian berpengaruh namun tetap setia kepada pengajaran Alkitab. Sebagai contoh: J. B. Lightfoot, H. P. Liddon, A. E. J. Rawlinson, Vincent Taylor, Oscar Cullmann, C.K. Barrett, Rudolph Schnackenburg, Raymond Brown, Graham Stanton, Peter Stuhlmacher, I. H. Marshall, F. F. Bruce, N. T. Wright, Ralph Martin, R. T. France, G. E. Ladd, D. A. Carson, John Stott, Luke Timothy Johnson, Donald Bloesch, Millard J. Erickson, dan banyak lainnya lagi. Orang-orang tersebut di atas menerima pengajaran Alkitab bahwa Yesus adalah pribadi yang sangat mulia, di mana kemuliaan-Nya sama dengan kemuliaan yang dimiliki oleh Allah Bapa di dalam Perjanjian Lama sehingga Yesus adalah Allah sejati. Karena itu, mereka dengan segenap hati menyembah pribadi Yesus serta mengajarkan hal yang sama melalui buku atau berbagai artikel yang mereka tulis.
Sehingga menanggapi pernyataan Frans Donald bahwa sebenarnya “penolakan terhadap keAllahaan Kristus dan Penolakkan terhadap doktrin Tritunggal” ini sebenarnya sudah bukan rahasia atau hal baru lagi bagi para pengajar dan pemikir teologi di berbagai dunia, maka saya juga dapat berkata kepada Donald bahwa Kepercayaan kepada keAllahan dan ktritunggalan juga bukan hal yang baru atau sesuatu yang asal-asalan karena adabanyak para pakar teologi yang mempercayainya. Saya sengaja menyebut cukup banyak nama yang sangat ahli dan telah dikenal di seluruh dunia. Hal itu saya lakukan untuk menyangkali pandangan yang mengatakan bahwa seolah-olah hanya orang-orang bodoh dan kaum fundamentalis lah yang mempercayai keallahan Kristus dan Tritunggal, apa adanya, dalam kenyataannya, tidaklah demikian.
Dan juga Frans Donald dengan “berlagak” mengutip beberapa ayat Alkitab(yang terdapat di dalam bukunya “menjawab doktrin tritunggal”) kemudian ditafsirkan dengan “semau gue”. Tanpa suatu pendalaman Alkitab yang benar, berani mengambil suatu kesimpulan bahwa Yesus itu bukan Tuhan melainkan setara dengan para utusan Tuhan lainnya (para Nabi dan Malaikat), dimana Allah bekerja melalui Yesus, dan Alkitab tidak mengajarkan kepada kita tentang keAllahaan Kristus dan ketritunggalan. (disini saya berpikir untuk tidak perlu membahas tentang ayat-ayat yang dipakai oleh kaum Unitarian; khususnya Frans Donald (terutama dalam buku “Menjawab Doktrin Tritunggal), karena sudah dibahas dengan panjang lebar oleh Ev. Esra A. Soru dan Pdt. Budi Asali M.Div dalam situs www.geocities.com/thisisreformed,), tetapi yang saya mau katakan disini bahwa kalau Frans Donald mau jujur dan mungkin jadi lebih pintar dari yang saat ini untuk menyelediki dan menafsirkan Alkitab sesuai dengan hukum Hermeneutik yang benar maka dia harus mengakui bahwa sebenarnya ayat-ayat yang ia pakai sebenarnya begitu kuat menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah.
Sehingga saya boleh mengambil suatu kesimpulan bahwa pandangan Donald bahwa Yesus sebenarnya bukan Tuhan melainkan dijadikan Tuhan oleh para murid dan bapak-bapak Gereja adalah suatu pandangan yang tanpa dasar. Karena jika demikian bahwa Yesus bukan Tuhan, mengapa para Rasul dan Gereja mula-mula mau mengakui seorang bernama Yesus sebagai Allah (Mat.16:16 ; Yoh.6:68, Tomas Yoh.20: 28, Yohanes Yoh.1:1-3, 14,18; 2:24,25, 3:16-18,35,36: Roma 1:7, 9:5, I Kor.1:1-3, 2:8, II Kor. 5:10; Galatia 2:20, 4:4, Fil.2:6, Kol.2:9; I Tim.3:16, Ibr. 1:1-3,5-8, Why.1:8; 5)? Mengapa mereka mau menyembah, melayani Dia hingga rela mengorbankan diri mereka sendiri? Mengapa pernyataan dan sikap seperti itu tidak pernah diberikan kepada yang lain (termasuk para Nabi, Rasul, Malaikat atau kaisar) selain kepada Yesus?
Apakah doktrin Tritunggal adalah doktrin yang diajarkan oleh Alkitab atau justru adalah hasil dari konsili-konsili pada abad mula-mula yang sarat dengan muatan politis dan tradisi pagan sepert yang diutarakan oleh Donald? Untuk menanggapi hal ini saya mencoba untuk memaparkan bahwa Hal pertama yang perlu kita tegaskan adalah bahwa kita tidak menemukan istilah Allah Tritunggal di dalam Alkitab. istilah itu memang tidak pernah ditemukan di dalam Alkitab, baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, namun bukan berarti Alkitab tidak mengajarkan tentang hal ini karena sebenarnya ajaran tentang Allah Trinitas ini terdapat begitu jelas dalam Alkitab baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian baru.
Umat Allah di dalam Perjanjian Lama memang terus menerus diperingatkan bahwa “Allah itu esa (echad)” (Ulangan 6:4). Hukum Taurat pertama dari sepuluh Hukum Taurat menegaskan: “Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu” (Kel.20:3). Pengakuan kepada Allah yang esa merupakan pengakuan mutlak yang tidak dapat ditawar- tawar, di dalam Injil Perjanjian Baru, kita juga menemukan penegasan akan keesaan Allah tersebut, baik oleh Tuhan Yesus (Yoh.10:30) maupun oleh rasul-rasul (1Tim.2:5). Kaum Unitarian menjelaskan bahwa kata esa disini berarti bahwa itu adalah menunjuk kepada satu yang adalah numeri, tetapi yang dilupakan oleh para kaum Unitarian bahwa kata ECHAD ini sering berarti 'satu gabungan / a compound one', bukan 'satu yang mutlak / an absolute one', bisa terlihat dari contoh-contoh di bawah ini:
- Kej 1:5 - gabungan dari petang dan pagi membentuk satu (ECHAD) hari.
- Kej 2:24 - Adam dan Hawa menjadi satu (ECHAD) daging.
- Ezr 2:64 - seluruh jemaat itu satu (ECHAD) tapi terdiri dari banyak orang. (Catatan: ini hanya bisa terlihat dalam bahasa Ibraninya).
- Yeh 37:17 - dua papan digabung menjadi satu (ECHAD) papan.
Sebetulnya ada sebuah kata lain dalam bahasa Ibrani yang berarti 'satu yang mutlak' atau 'satu-satunya'. Kata itu adalah YACHID. Contoh: Kej 22:2,16. Kalau Musa memang mau menekankan tentang 'kesatuan yang mutlak' dari Allah dan bukannya 'kesatuan gabungan' (a compound unity), maka dalam Ul 6:4 itu ia pasti menggunakan kata YACHID dan bukannya ECHAD. Tetapi ternyata Musa menggunakan kata ECHAD, dan ini menunjukkan bahwa Allah itu tidak satu secara mutlak, tetapi ada kejamakan dalam diri Allah.
Perkenalan pertama akan diri Allah dalam kejadian 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi merupakan statement Allah akan diriNya sendiri yang jamak. Kata Allah tersebut adalah Elohim, Kata 'ELOHIM' mempunyai bentuk tunggal / singular yaitu 'ELOAH' yang digunakan antara lain dalam Ul 32:15-17 dan Hab 3:3. Tetapi dalam Perjanjian Lama kata 'ELOAH' hanya digunakan sebanyak 250 x, sedangkan kata 'ELOHIM' sekitar 2500 x. Peng-gunaan kata bentuk jamak / plural yang jauh lebih banyak ini menunjukkan adanya 'kejamakan dalam diri Allah'.
Memang harus diakui bahwa ELOHIM sering dianggap sebagai bentuk tunggal, tetapi yang perlu dipertanyakan adalah: kalau memang Allah itu tunggal secara mutlak, mengapa tidak digunakan ELOAH saja terus menerus? Mengapa digunakan ELOHIM, dan lebih lagi, mengapa digunakan ELOHIM jauh lebih banyak dari ELOAH?
Kejadian 1;26 ; 3:22; 11:7 Yesaya 6:8 Alkitab menggunakan kata ganti Kita untuk menyebut dirinya Allah, bukan saya atau aku! Berfirmanlah Allah baiklah kita menjadikan manusia menurur gambar dan rupa kita (Kej 1:26). Ada yang menafsirkan ayat ini adalah rapat antara Allah dengan para malaikatnya untuk menciptakan malaikat! Tetapi benarkah malaikat memiliki andil dalam menciptakan manusia?? Tidak mungkin sebab malaikat adalah makluk ciptaan yang yang harus tunduk kepada Allah, dan kalau ini adalah malaikat maka manusia secara otomatis diciptakan juga berdasarkan kepada gambar dan rupa malaikat, dan itu adalah sesuatu yng tidak mungkin.
Disamping itu, kata ganti orang bentuk tunggal dan jamak untuk menyatakan Allah, keluar sekaligus dalam satu ayat, yaitu dalam Yes 6:8 yang dalam versi NASB menterjemahkan: "Whom shall I send and who will go for Us?" (= Siapa yang akan Kuutus dan siapa yang mau pergi untuk Kami?). (Dalam hal ini terjemahan bahasa Indonesia keliru)
Dan juga sering kali Allah berbicara kepada umatNya melalui Alkitab dengan istilah jamak, walaupun tunggal Ia menyebutkannya sebanyak tiga kali.
TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau:
TUHAN menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia;
TUHAN menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bilangan 6: 24-26)
Penggunaan nama 'TUHAN' (YAHWEH / YEHOVAH) 3 x berturut-turut dalam Bil 6:24-26 dan sebutan 'kudus' bagi Allah 3 x berturut-turut dalam Yes 6:3. Tidak anehkah bahwa ayat-ayat itu menyebutkan 'TUHAN' dan 'kudus' sebanyak 3 kali? Mengapa tidak 2 kali, atau 5 kali, atau 7 kali? Jelas karena ada hubungannya dengan Allah Tritunggal!
Dan juga Berkhof dalam teologi sistematika menyatakan bahwa di dalam Perjanjian Lama ditemukan ada begitu banyak ayat yang membicarakan tentang Malaikat TUHAN (yang merupakan personifikasi dari pribadi kedua dari Allah Tritunggal), yang disatu pihak berbeda dengan Dia, tetapi dipihak lain identik dengan TUHAN
· dalam Kej 16:7 - disebut sebagai Malaikat TUHAN.
· dalam Kej 16:13 - disebut sebagai TUHAN sendiri.
· dalam Kej 22:11 - disebut sebagai Malaikat TUHAN.
· dalam Kej 22:12 - disebut sebagai Allah sendiri.
Juga, dalam Kel 23:20-23, malaikat TUHAN ini mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa. Semua ini menunjukkan bahwa Malaikat TUHAN itu adalah Allah / TUHAN sendiri.
bahkan dalam beberapa hal ketika Allah berbicara tentang diri-Nya dalam Alkitab menggunakan frasa yang menunjuk kepada lebih dari satu pribadi (Mzm.33:6; 45:6-7) dan di tempat lain Allah adalah pembicaranya dan menyebutkan baik Mesias maupun Roh (Yes.48:16; 61:1; 63:9,10). Jadi Perjanjian Lama berisi antisipasi yang jelas dari wahyu yang lebih lengkap dari Tritunggal dalam Perjanjian Baru.
Di dalam Perjanjian Baru lebih jelas terlihat penggambaran Alkitab tentang ketritunggalan. Dalam Matius pasal 28:19-20, dalam amanat agung Yesus sebelum terangkat ke surga memberikan kepada kita suatu pemahaman mengenai ketritunggalan Allah, Allah yang esa dengan 3 pribadi. Dalam Mat 28:19 dikatakan 'dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus'. Sesuatu yang menarik adalah: sekalipun disini disebutkan 3 buah nama, tetapi kata 'nama' itu ada dalam bentuk tunggal, bukan bentuk jamak! Dalam bahasa Inggris diterjemahkan name, bukan names. Karena itu ayat ini bukan hanya me-nunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu setingkat, tetapi juga menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu adalah satu!
Dalam Yohanes 14:23 Tuhan berkata “ Jika seseorang mengasihi Aku ..... BapaKu akan mengasihi dia, dan kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia ... Dalam fasal 17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepadaMu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Injil Yohanes mengungkapkan kebenaran penting tentang adanya Allah Tritunggal, bahwa Bapa sebagai sumber (13:3) Allah Bapa belum pernah terlihat siapapun (1:18; 5:37) segala sesuatu yang Bapa punya anak juga punya(16:15) Bapa terekspresi oleh anak (14:7-11). Bapa yang diam dalam anaklah yang mengerjakan pekerjaanNya (14:10). Bapa dan anak adalah satu (10:30) Bahwa Anak adalah firman yang hidup yang bersama dengan Allah (1:1), mengekspresikan Bapa (1:18), Sama dengan Allah (5:18,23) Ia datang dari Allah (13:3; 7:29) menyatakan Bapa (14:8,9) hidup oleh Bapa (6:57)Menjadi manusia (1:14) dan anak domba (1:29) dan kemudian mati mencucurkan darahNya untuk menebus manusia dari dosa (20:22)
Dalam surat-surat Paulus, Petrus dan Yohanes serta Rasul-rasul yang lain juga kita dapat melihat bagaimana para Rasul memberikan begitu banyak implikasi dan pernyataan-pernyatan di dalam Kitab suci mengenai Tritunggal bahwa Alkitab benar-benar mengajarkan kepada kita doktrin Tritunggal. Gal 3:13 4:5 Tit 2:13, Gal 4:4 Ibr 1:6 1Yoh 4:9, Gal 4:6, 1Kor 12:4-6 2Kor 13:13 1Pet 1:2 Wah 1:4-5. Dari pengajaran Alkitab tersebut, kita melihat bahwa di satu sisi Alkitab menegaskan keesaan Allah, tapi di sisi lain, kita menemukan adanya kejamakan di dalam keesaan tersebut yang menunjuk kepada ketritunggalan.
Sehingga untuk menjawab pandangan Donald bahwa Alkitab tidak mengajarkan tentang tritunggal dan bahwa doktrin tritunggal adalah hasil konsili yang penuh dengan unsure politik dan tradisi pagan maka saya menyimpulkan bahwa ada begitu banyak ayat di dalam Alkitab yang mengajarkan tentang Yesus yang adalah Allah sejati dan juga mengenai tritunggal, dan sekali lagi tidak ada agama lain yang mempunyai konsep Tritunggal seperti yang dipaparkan oleh Alkitab bagi kita (1 hakekat, 3 pribadi yang setingkat). Yang ada pada mereka adalah kepercayaan terhadap 3 allah / dewa (Polytheisme / Tritheisme), dan ini sangat berbeda dengan konsep kristen tentang Allah Tritunggal. Sebagai contoh, dalam agama Hindu, Syiwa dipercaya sebagai dewa perusak, Brahma sebagai dewa pencipta, dan Wisnu sebagai dewa pemelihara. Jelas bahwa mereka dipercaya sebagai tiga dewa, yang bahkan berbeda sifat-sifatnya satu dengan yang lain. Kaum Unitarian khususnya Donald itu betul-betul bukan main tololnya kalau mereka menyatakan bahwa ajaran ini bersumber dari tradisi pagan.
Doktrin Allah Tritunggal jelas berasal dari Kitab Suci, karena dalam Kitab Suci / Firman Allah inilah Allah mewahyukan / menyatakan diriNya kepada kita supaya kita bisa mengenal Allah yang benar. Manusia tidak bisa mengerti doktrin Allah Tritunggal itu secara keseluruhan; lalu bagaimana mungkin manusia bisa menciptakannya?
Dan pada akhirnya dengan sedikit berbeda sikap dengan saudara Anton bele yang menanggapi tulisan saudara dengan sedikit keras dengan berkata ‘Anathema Sit!’ (Terkutuklah dia!), saya mau mengatakan kepada saudara Frans Donald dengan mengutip seruan Yohanes pembaptis kepada setiap orang yang mengaku mengenal Allah namun pada kenyataannya masih jauh dari Allah bahkan menolak Allah yang benar “bertobatlah, sebab kerajaan sorga sudah dekat!”(Matius 3:2), jangan tunggu sampai kesempatan itu ditutup dan Anak manusia yaitu Tuhan kita Yesus Kristus berkata kepadamu “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan”(Matius. 7:21). Solideo Gloria.